Humanisme dan energi Birokrasi yang mengasingkan

"Di pengujung perkembangan manusia yang terlihat semestinya berjalan, Rasanya Pemikiran Ideologis yang telah teringkari oleh para aktor spesialis dan generalis. Menunjukkan kedalaman integrasi intelektualnya tidak menjadi tindakan-tindakan pemisahan!"
Kiranya apakah memang dapat diharapkan menerkaitkan terhadap bentuk bentuk ritual tertentu agar diterimanya secara luas dan bermakna (transendensi complex)? Layaknya menyaksikan permulaan ini, Misalnya seperti nyanyian-nyanyian ‘’love shall overcome” sebagai sebuah hal yang hidup. Salah satu simpton yang memang mengerikan dalam kenyataan system kita sekarang ialah sebuah kenyataan bahwa kita yang bersandar terhadap peningkatan produksi dan prinsip pembesaran komsumsi dimana kita didalam posisi untuk memproduksi barang yang justru mengancam kerusakan psikis kita dan birokrasi yang menyebabkan individu merasa tidak bedaya sekalipun.
Semakin bertambahnya rasa yang memang tidak puas disitu pula yang menjadikan sebuah keputusan luas untuk mewujudkan perhatian terhadap kemungkinan harapan yangt idak disadari masyarakat secara optimis dan mengharap kemajuan terhadap sebuah situasi sekarang dan potensinya untuk terus menerus berharap mengenai fenomena harapan dan kemanusiaan.
Dari mana kita berasal dan mau kemana kita selanjutnya?
Kita yang dirasa lebih mudah dikatakan secara tepat dalam sebuah lintas sejarah yang terus mengalir terkhusus dalam industrialisme abad 19 dan ke 20 sampai sekarang untuk bahwa kita tidak sedang berada di posisi jalanan menuju pembebasan melainkan sedang serta merta untuk lari meninggalkannya; kita yang memang tidak sedang menumbuhkan individualism melainkan sesosok masyarakat yang semakin dimanipulasi; melainkan kita tidak sedang menuju keberadaan dimana peta – peta ideologis itu ditegaskan untuk masuk didalam lingkar yang bergerak maju namun kita yang sedang berlarian dan berceceran menuju kearah tempat yang berbeda beda meskipun pula beberapa orang yang mengetahui tempat yang ia coba tuju.
Gambaran yang terlihat sangat brilian terhadap masyarakat baru yang dikemukakan oleh seorang humanis yang dianggap paling paham terhadap zaman kita, lewis mumford. Para sejarawan masa depan yang jika memang ada ia beranggapan dan memberikan perspektif terhadap masa depan dengan menganalisis sebuah akar akar di masa lalunya.sebagai gejala pokok sebuah penghubung dan masa depannya menurut dia ialah apa yang disebut dengan megamachine (mesin raksasa), sebuah sistem sosial dimana semua hal yang telah terorganisir diseragamkan sedemikian rupa sehingga masyarakat yang terlihat berfungsi sebagai mesin dan manusia sebagai onerdilnya, bentuk kordinasi dengan semakin marak dan bertambahnya sebuah komando, kontrol, ramalan, dan kekuasaanlainnya.
Birokrasi yang memang mengarahkan terhadap sebuah pekerjaan yang berbeda jauh dari elit birokrasi mesin lama, terhadap hidup yang bisa saja dikatakan dituntun oleh nilai nilai yang sosok untuk pekerjaannya. Nilai kelas penengah yang meskipun anggotanya dibayar lebuh mahal dibandingkan pekerjanya layaknya seperti pegawai dn pekerja yang menghisap
Apakah identitas yang terjadi dalam kesadaran manusia itu memang di antara sebuah pendekatan dalam banyaknya hal untuk menjawab sebuah persoalan masalah yang ada, terjadi dalam penekanan konsep-konsep yang telah terjadi itu sendiri yang memang mengatakan bahwa entitas ialah pengalaman yang memungkinkan seseorang mengatakan saya secara sah tentang kekayaannya, mengatakan aku dengan keakuannya sebagai sebuah pusat struktur manusia aktif dari seluruh aktivitas potensialnya di dalam sebuah hal yang hanya ada dalam aktivitas spontan tidak berada dalam dataran kepasipan atau hanya sekedar berada dalam setengah sadar bahwa identitas masyarakat yang ada dalam sebuah integritas di sini memang perlunya dijelaskan bahwa integritas itu bukan berarti suatu kemauan untuk melampaui suatu hal yang memang tidak terampas dalam identitas orang lain sekalipun memang banyak kesempatan untuk melakukannya.
Apa yang harus kita lakukan?
Bagaimana ketika seseorang itu bisa mengetahui pengetahuan terhadap sebuah nilai-nilai kemanusiaan di luar nilai-nilai tradisional yang memang berlaku, yang paling tidak terhadap sebuah hal yang memang mempunyai validitas konsensus ataupun juga diterima sebagai suatu permasalahan dalam selera ataupun juga prasangka pribadi menunjukkan dalam keadaan kesejahteraan manusia yang akan menghantarkan kita pada sebuah penerimaan terhadap nilai-nilai yang terlihat sah secara objektif sesuai dengan atas dasar bahwa nilai tersebutlah suatu hal yang terjadi secara optimal berfungsi terhadap sebuah sistem yang jika kita realisasikan terhadap sebuah alternatif yang mungkin ketika norma-norma Humanis itu akan diterima sebagai sebuah nilai yang memang lebih baik dari nilai lainnya
sumber validitas kemanusiaan norma-norma Humanis suatu hal yang terdapat dalam tujuan umum humanisasi masyarakat industri yang dapat didefinisikan: perubahan terhadap kehidupan sosial ekonomi dan budaya terhadap masyarakat yang memang kita lihat sedemikian rupa itu secara sederhana membangkitkan dan memajukan pertumbuhan secara kehidupan manusia yang memang jauh dari kepincangan-kepincangan yang ada, mengaktifkan individu daripada membuatnya pasif dan juga Represif ketika berusaha agar kapasitas kapasitas teknologi ataupun juga kemajuan itu melayani pertumbuhan manusia yang jikalau dalam sebuah tujuan yang telah digambarkan apakah suatu hal yang merupakan prosedur perencanaan yang ada dalam humanistik itu sendiri? apakah komputer itu menjadi bagian fungsional yang ada dalam orientasi hidup sistem sosial manusia? Lalu apakah Bukankah menjadi suatu kanker yang menimbulkan bencana dan lalu pada akhirnya membunuh sistem kesadaran manusia itu sendiri? menjadi sebuah sarana untuk mencapai sebuah tujuan-tujuan yang telah ditentukan oleh rasio dan juga kehendak manusia
terdapat dalam permasalahan masalah kita yang mengasingkan dapat ditunjukkan di dalam beberapa hal pertama ketika sistem dalam satu pemerintah, perencanaan yang berasal dari atas dan diarahkan ke bawah ataupun membentuk piramida tidak ada tempat bagi inisiatif individual pribadi-pribadi yang berupaya melihat sebuah kasus kemakmuran, kasus kesehatan ataupun juga kasus yang terdapat dalam kerangka referensi ketika kasus tersebut yang dimasuki dalam sebuah disket komputer tanpa adanya ciri-ciri individual yang dapat membedakan antara pribadi itu dari kasus itu sendiri.
Kedua Energi birokrasi yang menghasilkan dalam ketidak bertanggung jawab dia ketik dalam ketika ketidak bertanggung jawab terhadap kebutuhan-kebutuhan masyarakat social sesungguhnya pada umumnya terhadap pandangan dan keputusan yang ada dalam pembuatnya itu sendiri ketiadaan rasa tanggung jawab ataupun hubungan erat dalam sebuah karakter khas yang terjadi dalam objek birokrasi seseorang, Katakanlah suatu hal yang membuat keputusan-keputusan yang dapat dikritik itu merupakan peralihan dan pengambilan dari keputusan sama persis menimbulkan polarisasi yang memang sebenarnya tidak perlu bahwa seseorang itu bisa menghadapi terhadap konsep sentralisasi itu sendiri secara optimal dan partisipan dalam arus bawah yang optimal. Di dalam kondisi yang telah terjadi sebuah peradaban yang selalu diupayakan dan diusulkan terhadap h struktur kekuasaan ataupun metode-metode demokrasi opini publik pola pikir konkrit yang tidak dapat dicapai
Sebuah intisari sederhana yang paling penting menurutku ialah bahwa kita mencoba dengan gaya kita sendiri yang diarahkan sedemikian rupa untuk melihat lebih jelas tidak tidak ditutup-tutupi oleh praselogi ataupun ideologi semata, yang memang kita lihat di tengah-tengah kita ada hantu namun bukan hantu kuno seperti komunis ataupun fasisme melainkan hantu baru yaitu masyarakat yang dimiskinkan secara total, dicurahkan dalam meningkatkan produksi dan konsumsi material semata yang diarahkan oleh teknologi komputer dan Mega mesin yang ada.
Manusia dalam proses sosial yang dianggap semacam itu menjadi bagian dari mesin penampakan masyarakat teknokratik yang cenderung bergerak dari jutaan warga negara yang memang tidak terkondinier pada sebuah penyatuan kesadaran individu bagi mereka yang ada dalam diri pribadi yang menarik dan juga mempesona dapat secara efektif mengeksploitasi teknik komunikasi mutakhir ketika kita telah kehilangan kontrol terhadap sistem kita sendiri kita dipaksa mengikuti keputusan-keputusan yang dibuat menurut perhitungan mesin yang memang sebagai manusia tidak mempunyai sebuah tujuan kecuali terus menerus memproduksi dan mengkonsumsi.
Tentunya tentang harapan dan kemanusiaan dianggap hanya sebatas paradoks dan abstrak semata nilai humanisme bukanlah suatu hal yang menunggu secara pasif juga bukan pemaksaan yang tidak realistis terhadap keadaan yang tidak bisa dilakukan sama sekali diantara kebingungan-kebingungan tentang harapan dan kemanusiaan salah satu yang paling gawat ialah kegagalan dalam membedakan antara kemanusiaan yang sadar dan kemanusiaan yang tidak sadar hal tersebut menjadi suatu kesalahan utama yang terjadi ketika dengan memandang pada beberapa pengalaman emosional lain semata seperti kebahagiaan, kecemasan, kejenuhan dan kebencian, Bahwa banyak orang juga yang secara sadar merasa penuh manusia dan harapan secara tidak sadar putus asa. Melainkan ada pada yang benar-benar mereka rasakan ia dapat dilihat paling tidak dari sebuah kata yang diungkapkan dan dapat kita dideteksi dari ekspresi kehidupan mereka masalah efisiensi memerlukan pemikiran yang cermat persoalan referensiasi secara ekonomis yang mengatakan bahwa modal yang sedikit mungkin tidak banyak dapat membuahkan hasil.
Sampai pada paragraf ini suatu faktor penting dalam memahami perilaku manusia dalam masyarakat dewasa dan nilai terhadap norma kemanusiaan ialah tentang kebutuhan manusia akan kepastian dengan seperangkat insting yang mengatur tingkah lakunya saja dalam serba ke otomatisannya, namun dihadapkan dalam beberapa pilihan yang berarti bahwa dalam sebuah persoalan penting yang mengandung resiko bagi kehidupan jika pilihannya keraguan yang menghantui sewaktu-waktu harus menentukannya secara cepat menyebabkan penderitaan kata penderitaan tekanan dan kehilangan merupakan salah satu alasan mengapa manusia mempercayai Dewa ataupun kepemimpinannya karena mereka yakin bahwa keraguan mengenai putusan yang mereka buat itu tidak berarti bahwa tidak ada resiko bagi kehidupannya setelah ia membuat suatu putusan tetapi ini hanya berarti tidak ada resiko bahwa metode pembuatan keputusannya ialah salah.
Sekian,
Mohon Maaf agak muter
Komentar
Posting Komentar