Regresi Emosional pada 'Aku' yang Bersikeras
sumber gambar/archivey pribadi
Ada saat-saat ketika aku hampir jujur pada diri sendiri.
Pada momen-momen... keinginan,
untuk dicintai tanpa syarat berjalan beriringan dengan kebiasaan memberi syarat secara halus.
Aku meminta pengertian
Aku mengaku tulus
Aku ingin diterima apa adanya
Bersikeras, dalam kamus pribadiku, sering berarti menolak belajar dari kegugupan... menyamakan konsistensi dengan kebenaran, seolah mengulang langkah yang sama cukup untuk membuktikan niat baik. Padahal niat tidak menyelamatkan siapa pun jika struktur yang menopangnya berlubang. Seolah jalan namun jalannya sambil sembunyi berjalan di jalur yang sama, berharap hasil berbeda, lalu menyalahkan letak ketika tujuan tak kunjung terlihat... itu...
... ... ...
Di sana...
Dimana maksudnya?
Klaim itu terdengar meyakinkan karena disertai narasi penderitaan,
kesadaran agar tampak dewasa,
sementara impuls lama tetap memegang kemudi.
bekerja diam-diam... menyamar sebagai refleksi.
Aku menyadari bahwa ingin tidak kandas karena kurang usaha,
Terlalu yakin pada narasi diri
Terlalu ingin dimengerti,
Catatan tentang kebiasaan... bersikeras yang melelahkan banyak pihak.
Dan jika ada harapan ... muncul sebagai kemungkinan paling sunyi: bahwa suatu hari, aku berhenti mengulang,
Bahwa suatu hari, aku memilih belajar daripada bersikeras.
Di kota Cipadung, orang-orang menyembunyikan regresi
Senyum profesional.
Takut kronis, rindu disfungsional,
... optimisme palsu
... dan satu folder rahasia bernama aku
.... yang tak pernah selesai diindeks.
Lalu guruku berkata:
“kamu terlalu reflektif untuk hidup normal.”
Aku mengangguk, karena normal di sini berarti
Mampu melupakan diri sendiri
... tanpa rasa bersalah.
Suatu malam,
Aku duduk di lantai...
... tertawa dan menangis secara bersamaan—
... respons illegal.
yang tak tercantum di buku pedoman kewarasan.
Aku kini tinggal di antara dua raungan:
Satu menuntut stabilitas,
Satu lagi memanggilku dengan bahasa gajelas;
... yang hanya bisa kupahami
... di kamar mandi kosanku... cermin menatapku lebih lama
... daripada manusia mana pun.
... dia berkata tanpa suara: “kamu kembali lagi.”
Aku mengangguk
Seperti pasien
... yang hafal diagnosanya
... di luar, kota berbicara dengan bahasa produktivitas.
Semua orang berlari menuju sesuatu
... yang tak pernah mereka pegang.
Kata kerja yang terlalu optimistis.
Aku membaca buku,
Mendengar nasihat,
... menyesuaikan teknik pernapasan, seolah bisa dinegosiasikan,
Ternyata tidak.
... yang menangis,
... yang sinis,
... yang pura-pura,
..., dan satu yang diam total
Karena sudah terlalu lama berbicara ke ruang hampa, mereka duduk melingkar di kepalaku
dan sepakat satu hal: kewarasan terlalu mahal
Jika harus dibayar dengan penghapusan diri.
Jika suatu hari aku berhenti menulis dalih,
mungkin aku akan menemukan kesunyian
yang tidak memusuhi.
Mungkin cinta akan kembali
... tanpa terlalu perlu dikejar,
... tanpa perlu diatur.
..., dan aku... untuk pertama kalinya,
Berani berjalan... tanpa ritme yang membohongi.
segitu dulu,
nanti dilanjut respons subjek

Komentar
Posting Komentar