Di Tepian Waktu: Menyusuri Jalan Ingatan
Kisah Sang Waktu,
Dalam terik mentari yang mengintai
Aku berjalan di tepian waktu yang terpatri
Menyusuri lorong-lorong kenangan yang tak terlupakan
Dengan setiap langkah, kisahku pun terurai
Kucoba menangkap embusan angin yang berlalu
Seperti mendengar bisikan-bisikan sang waktu
Mengisahkan kisah-kisah yang telah pergi
Membawa kehidupan yang kini telah mati
Bersama sang waktu, aku berdansa
Melalui surai bayangan kenangan yang menjelma
Mengisahkan kisah cinta yang terpendam
Dalam irama langit yang mendamaikan jiwa
Rindu dalam Bayangan Ingatan,
Rindu yang tak terucap menjadi nyanyian sunyi
Membawa kita pada kenangan yang bersemi
Di setiap ujung kata yang sama, tetap ada harapan
Bahwa cinta akan hadir kembali dalam bayangan ingatan
Di tepian waktu, bayanganmu melayang
Seperti seruling yang merdu di tengah senja
Rindu membelai jiwaku dengan lembut
Saat kita bersama, tanpa pernah terpisah
Ia yang terdekap sunyi,
Namun dalam ingatan, engkau hadir seutuhnya
Dalam detak jantung, dalam hela nafas
Tersimpan dalam ingatan, tak tergantikan
Tersimpan dalam relung hati terukir seindah puisi
Merajut harapan dalam gelap yang kian menjelma
Bersama dalam bayang-bayang ingatan
kita terjaga Memancarkan sinar di tengah samudra kelam
Rindu dalam bayangan, berpadu dalam irama
Kisah cinta yang tak terlupakan, dalam kenangan yang
abadi
Walau kini hanya tinggal dalam impian
Rindu tetap menyala, menyeberangi waktu yang terpatri
Memori yang Terpatri di Jiwa
Di tepian waktu, memori-memori terpatri
Seperti tinta yang meresap dalam jiwa,
Dalam kisah kenangan, romantika dan fantasi
Kehidupan seolah terjadi dalam irama
Begitu indah, begitu sedih, begitu dalam
Tiap memori menjadi sehelai kain warna-warni
Menjalin benang kehidupan siang malam
Mengukir cerita yang takkan pernah mati
Jiwa yang terpatri, melukis gambaran hidup
Dalam irama ingatan yang tinggi dan merdu
Mengajaku merenung dalam filosofi yang takan redup
Melalui kenangan yang selalu terjaga dalam waktu
Irama ujung kata yang saling bersahutan
Melahirkan kisah yang takkan terlupakan
Di tepian waktu, kita menjelajah
Mengukir puisi yang menggugah jiwa dan hati
Di Tepian Waktu: Menyusuri Jalan
Ingatan, Kisah cinta, kenangan, dan filosofi kehidupan berpadu, Seperti puisi
dalam irama yang sama, Menyelami jalan ingatan, menyatu dalam keabadian.
Bandung, 14 Desember 2023
Muhamad Algan
Komentar
Posting Komentar