Di Tepian Waktu: Menyusuri Jalan Ingatan

 

 

Sumber Gambar : http://tinyurl.com/bdzx962h

 

Kisah Sang Waktu,

Dalam terik mentari yang mengintai

Aku berjalan di tepian waktu yang terpatri

Menyusuri lorong-lorong kenangan yang tak terlupakan

Dengan setiap langkah, kisahku pun terurai

 

Kucoba menangkap embusan angin yang berlalu

Seperti mendengar bisikan-bisikan sang waktu

Mengisahkan kisah-kisah yang telah pergi

Membawa kehidupan yang kini telah mati

 

Bersama sang waktu, aku berdansa

Melalui surai bayangan kenangan yang menjelma

Mengisahkan kisah cinta yang terpendam

Dalam irama langit yang mendamaikan jiwa

 

Rindu dalam Bayangan Ingatan,

Rindu yang tak terucap menjadi nyanyian sunyi

Membawa kita pada kenangan yang bersemi

Di setiap ujung kata yang sama, tetap ada harapan

Bahwa cinta akan hadir kembali dalam bayangan ingatan

 

Di tepian waktu, bayanganmu melayang

Seperti seruling yang merdu di tengah senja

Rindu membelai jiwaku dengan lembut

Saat kita bersama, tanpa pernah terpisah

 

Ia yang terdekap sunyi,

Namun dalam ingatan, engkau hadir seutuhnya

Dalam detak jantung, dalam hela nafas

Tersimpan dalam ingatan, tak tergantikan

 

Tersimpan dalam relung hati terukir seindah puisi

Merajut harapan dalam gelap yang kian menjelma

Bersama dalam bayang-bayang ingatan

kita terjaga Memancarkan sinar di tengah samudra kelam

 

Rindu dalam bayangan, berpadu dalam irama

Kisah cinta yang tak terlupakan, dalam kenangan yang abadi

Walau kini hanya tinggal dalam impian

Rindu tetap menyala, menyeberangi waktu yang terpatri

 

Memori yang Terpatri di Jiwa

Di tepian waktu, memori-memori terpatri

Seperti tinta yang meresap dalam jiwa,

Dalam kisah kenangan, romantika dan fantasi

Kehidupan seolah terjadi dalam irama

 

Begitu indah, begitu sedih, begitu dalam

Tiap memori menjadi sehelai kain warna-warni

Menjalin benang kehidupan siang malam

Mengukir cerita yang takkan pernah mati

 

Jiwa yang terpatri, melukis gambaran hidup

Dalam irama ingatan yang tinggi dan merdu

Mengajaku merenung dalam filosofi yang takan redup

Melalui kenangan yang selalu terjaga dalam waktu

 

Irama ujung kata yang saling bersahutan

Melahirkan kisah yang takkan terlupakan

Di tepian waktu, kita menjelajah

Mengukir puisi yang menggugah jiwa dan hati

 

Di Tepian Waktu: Menyusuri Jalan Ingatan, Kisah cinta, kenangan, dan filosofi kehidupan berpadu, Seperti puisi dalam irama yang sama, Menyelami jalan ingatan, menyatu dalam keabadian.

 

Bandung, 14 Desember 2023


Muhamad Algan

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Metastasis [Akhir Tahun] pada Tata Ujar

Bertahan hidup [tanpa] petunjuk resmi

'dalam' kurun ke dua puluh satu kali–nya

Narasi Kronik Diferensiasi Pengabdian KKN

Melawan Laut, Melawan Diri: Telaah 'Anti-Heroisme' pada The Old Man and the Sea Hemingway

Reifikasi dan Substansi Multipolaritas: dalam arah baru Diplomasi Indonesia

Calon Istriku yang belum aku ketahui, kamu siapa?

Middle Power Pragmatism: Telaah Kredibilitas Indonesia Pasca Sidharto Reza sebagai Presiden Dewan HAM PBB 2026

Bumi dan Bintang-Bintang yang Menyapa

Deng Xiaoping and the Rise of Post-Westphalian Jurisprudence