Nikmatilah Masa Mudamu yang "Loba Gaya" : pisan
"Litani dari Zaman yang Menyembah Gaya"
Nikmatilah,
wahai pemuda
yang tergesa
reruntuhan yang kau tatah menjadi pesta,
bergayalah — sebab engkau memuja
citra
lebih dari makna,
mengagunglah dari kedalaman,
menyembah rupa,
melebihi ruh.
ruuuuuh.
ruuuuh.
ruuuh.
ruuh.
ruh.
Kibarkanlah egomu di ufuk yang gemetar,
di langit maya
di mana nebula kesadaran
telah lama terperangkap
Serat-serat jiwa telah tercabut dari akarnya,
meninggalkan residu nurani yang beku di dasar layar
Kau berburu
kesunyian dengan riuh,
mengemis keabadian pada
yang fana.
Kau menulis
dirimu dalam aksara,
menukar getar hati dengan gema yang hampa. Dan kelak...........
mungkin, hanya fragmen nama yang terapung di data —
tanpa sejarah,
tanpa pengampunan dosa,
tanpa doa.
tanpa apa apa. (Sugan gelo)
Jika hidup
hanyalah foton yang memudar
sebelum menyentuh eksistensi,
maka...
seperti bunga plastik yang tak pernah layu namun kehilangan aroma waktu.
Ego yang kau sebut “jati diri” adalah topeng yang haus tepuk tangan
adalah hati yang terasing di balik kepura-puraan.
Ahhh aing mah eyy
Ah, kau — lentera tanpa api, brandingnya
Keramaianmu
adalah sunyi
yang bersolek
sunyi
yang bersuara
dalam bahasa sorak.
Dari prasasti purba hingga status media ,
kata telah kehilangan takhtanya;
diperdagangkan dalam pasar yang korup oleh.....
gengsi.
Doa-doa yang terlambat diucap
menjadi debu
dan remah-remah dibersihkan
dari meja sidang tengah malam,
ketika moralitas menjadi protokol,
dan kejujuran menjadi jargon administratif.
Engkau menatap spanduk besar bertuliskan:
“Geus nyirian masalah korsi mah.”
dikomersialisasi,
ditukar dengan kupon popularitas dan janji politik yang busuk aromanya.
Wahai pelajar!!!
buanglah kesombonganmu,
karena pengetahuan adalah
perjanjian.
Ilmu adalah pancaran yang bersinggah pada jiwa yang tak menuhankan dirinya
dan cinta adalah taman yang hanya tumbuh dari hati yang tak mengakar pada pamrih.
Hiduplah untuk menyalakan —
bagi gelap yang memerlukan terang.
Allaaaaaaaahhhhhhhuuuu yaaarrrrhhaaaammmmm…
Komentar
Posting Komentar